Senin, 17 Agustus 2020

Noralia Purwa Yunita : Penulis Muda Bertabur Karya



Perubahan paling penting adalah Digital Mindset
-  Hery Rosadi Harman  -



Digital mindset atau pola pikir digital menjadi bahasan menarik malam ini. Seorang guru muda yang cantik dan cerdas bernama Noralia Purwa Yunita, M.Pd yang biasa dipanggil Bu Nora berhasil menaklukan tantangan Prof. Richardus Eko Indrajit untuk menulis sebuah buku dalam waktu seminggu. Ini adalah buku pertamanya hasil kolaborasi dengan prof. Eko yang berhasil diterbitkan oleh penerbit Andi sebagai penerbit mayor.




Bu Guru mata pelajaran IPA dan Prakarya di SMPN 8 Semarang ini  termasuk beruntung. Keberuntungan yang pertama dapat berkolaborasi dengan prof. Eko yang sudah terkenal namanya dan banyak karyanya serta keberuntungan yang kedua tema yang diambil sesuai trend sekarang. Keberuntungan lainnya tentu saja sebagai  penulis pemula memiliki kesempatan karyanya  langsung diterbitkan oleh penerbit mayor. Berikut kita intip daftar isi buku digital midset sebagai berikut :

Buku ini berisi tentang pola pikir digital dan penerapan digital mindset di berbagai bidang kehidupan, pembelajaran digital, aplikasi yang mendukung untuk pembelajaran digital, apa saja yang harus disiapkan untuk melakukan pembelajaran digital, serta dilengkapi pula contoh RPP untuk pembelajaran digital. Sangat cocok sebagai bahan bacaan bapak ibu guru di situasi PJJ seperti sekarang.

Masa pandemi corona yang sudah berlangsung selama 6 bulan ini rupanya membawa berkah bagi Bu Nora. Semangat menulis yang pernah ditekuni semasa kuliah luntur setelah bekerja dan berkeluarga. Mungkin karena susah mengatur waktu, jadi tidak menyempatkan diri untuk kembali berkarya. Namun, ketika Bu Nora pindah unit kerja, ada satu teman kerja yang memantik semangat untuk berkarya lagi. Puncaknya saat pandemi datang. Karena pandemi Bu Nora kenal dengan grup belajar menulis om Jay dkk. Berawal dari sinilah Bu Nora dapat berkarya lagi. Berikut karya Bu Nora yang dihasilkan selama masa pandemi selain buku Digital Mindset yang fenomenal itu. Sebuah karya opini yang dipublikasikan di Suara Media Guru dapat dilihat di : http://suaraguruonline.com/pembelajaran-daring-sebagai-solusi/. Kemudian karya kedua berhasil terbit di majalah Geliat Gemilang Bandung yang berjudul “Aplikasi Baru untuk Mengajar Online”

Selain buku Digital Mindset masih ada satu buku lagi yang sekarang sedang dalam tahap proses terbit yang merupakan hasil resume ketika Bu Nora mengikuti kelas menulis Om Jay gelombang 8. Buku ini berisi hasil resume pelatihan menulis dari pertemuan pertama hingga terakhir.  Untuk isinya, ada beberapa yang ditambah dengan referensi lain di luar materi dari narasumber dan ada pula materi yang tidak dimasukkan kedalam  bukunya karena tidak sesuai dengan  outline resume yang telah disusun sebelumnya yang berpatokan  2W+1H yaitu what, why dan how.
Dari grup menulis ini Bu Nora  juga mendapat apresiasi dari penerbit Andi sebagai tulisan yang menginspirasi dan mendapat hadiah juga. Kita dapat membaca tulisannya tersebut di yaitu : https://noraliapurwa.blogspot.com/search?q=jurus+4+R+mencatatkan+sejarah

Sebagai penulis pemula Bu Nora sangat produktif. Rupanya keterampilan menulis bukan hal yang asing baginya sebab Bu Nora mulai kenal dunia menulis semenjak kuliah S1. Waktu itu diajak untuk ikut serta lomba karya tulis ilmiah tingkat provinsi oleh kakak kelasnya. Awalnya ragu, tapi penasaran juga. Akhirnya ikut lomba juga. Waktu itu belum ada pengalaman sama sekali tentang menulis. Hanya modal nekat dan otodidak.tapi Alhamdulillah, membuahkan prestasi mendapatkan juara 3 tingkat provinsi lewat karyanya yaitu Biskuit Pena "Petai Cina"untuk Meningkatkan Gizi Anak Penderita Cacingan (https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/biskuit-pena-petai-cina-untuk.html?m=1). Karya kedua mendulang berkah dari sampah  dapat dilihat di https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/04/mendulang-berkah-dari-sampah.html?m=1. Sedangkan karya ketiga Bisnis “Brownies Binang” sebagai upaya diversifikasi pangan dapat dilihat di https://noraliapurwa.blogspot.com/search?q=Brownies+binang&m=1.

Setelah mendapat juara itu, akhirnya ketagihan menulis dan ikut lomba. Belajar hanya dengan kakak kelas dan dosen pembimbing. Beberapa kali ikut lomba, beberapa kali juga juara. Dari hadiah juara itu, Bu Nora dapat menyelesaikan kuliah S1 dan S2 secara gratis, alias tanpa biaya karena biaya sudah tercover dengan uang hadiah juara. 

Luar biasa prestasi yang sudah ditorehkan oleh Bu Nora. Masih muda namun sarat dengan prestasi. Bu Nora juga tidak pelit untuk membagikan tips kesuksesannya yang membawa berkah baginya. Saya singkat tipsnya untuk memudahkan mengingat dengan jurus KaTaCaDiTu sebagai berikut :

1. Ambil kesempatan yang ada ( Jurus Ka)
Ketika Bu Nora melihat ada kesempatan dan  juga mempunyai tulisan dengan tema yang dimaksud, langsung saja mengirimkan tulisan tersebut. Buku pertama berjudul digital mindset juga sama,ketika itu prof Eko yang menjadi narasumber di gelombang 8 memberikan tantangan kepada peserta untuk berkolaborasi dengan beliau untuk menulis buku dalam seminggu. Tema sudah ditentukan beliau yaitu mengambil sebuah judul dari kanal YouTube beliau
Dengan modal nekat dan penasaran, setelah kulwap selesai, Bu Nora japri beliau dengan menyatakan bersedia untuk dapat menulis buku dalam waktu seminggu. Waktu itu Bu Nora memilih judul Digital Mindset karena sesuai dengan kondisi kita sekarang yang harus mengurangi bersentuhan dan kerumunan

2. Beri target ( Jurus Ta )
Untuk target ini kita sesuaikan dengan outline yang telah kita buat. Tentunya outline harus selaras dengan tema yang diambil. Misal di outline kita ada 5 bab, kita buat target kapan 5 bab itu harus selesai. Misalkan 5 bulan selesai 5 bab, berarti wajib 1 bulan selesai 1 bab

3. Catat referensi ( Jurus Ca )
Setelah kita memiliki outline dan target, selanjutnya mencari referensi sesuai dengan outline yang ada
Referensi yang saya gunakan untuk buku digital mindset adalah jurnal ilmiah baik itu nasional dan internasional, buku, dan beberapa modul dari Kemdikbud. Jadi referensi boleh secara online maupun offline. Usahakan referensi terkini dan teraktual

4. Disiplin waktu ( Jurus Di )
Nah ini yang biasanya sangat susah dilakukan. Terkadang outline sudah bagus, target sudah ada, referensi sudah lengkap, tapi dalam perjalanan, kadang rasa jenuh dan malas itu datang. Akhirnya berhenti menulis. Ini adalah penyakit Bu Nora sendiri yang sering mengalaminya. Untuk solusinya, kita dapat menentukan waktu tersendiri untuk menulis. Waktu tersebut bebas yang penting waktu ternyaman untuk.kita berkarya. Biasanya Bu Nora menulis diatas jam 9 setelah anak2 tidur. Jadi tidak mengambil waktu dengan keluarga. Karena prinsipnya menulis itu hobi. Hobi harus dilakukan dengan senang. Saya senang, keluarga juga senang. Bu Nora biasanya meliburkan diri menulis 2 hari, yaitu Minggu malam dan Rabu malam. Kenapa? Karena di kedua waktu itu Bu Nora fokuskan untuk membuat konten channel YouTube.  Ada  skala prioritas dalam pembagian waktu. Pembagian waktu ini perlu dilakukan sebab Bu Nora tipikal orang yang tidak suka melakukan hal yang sama berulang-ulang sehingga jika terus menjadwalkan untuk menulis khawatirnya bosan. Jadi Bu Nora selingi dengan membuat media pembelajaran untuk channel YouTubenya. Biasanya ketika membuat media itu sambil melihat-lihat tayangan YouTube lainnya seperti drama Korea kesukaan ibunya sampai rasa jenuh yang dirasakannya hilang.

5. Yaitu tulis ( Jurus Tu )
Setelah semuanya, proses terakhir yaitu menuliskan isi buku kita sesuai outline yang ada. Pada saat menulis buku ini, jangan terlalu terpaku buku kita harus terbit di penerbit mayor. Jika seperti itu, takutnya nanti kita kecewa jika hasil tidak sesuai harapan. Nikmati saja alurnya, masalah penerbitan akan mengikuti. Bu Nora membagikan juga tips membukukan hasil resume pelatihan menulisnya. (https://noraliapurwa.blogspot.com/search?q=tips+membukukan+hasil+resume)

Bagi Bu Nora menulis adalah cara untuk bisa hidup lebih lama sebab ada ungkapan yang sangat disukainya yaitu menulislah karena dengan menulis dan berkarya adalah caramu untuk hidup 1000 tahun bahkan beribu-ribu tahun lagi. Tunggu apa lagi? Mari kita menulis dan menghasilkan karya yang akan dikenang abadi selama-lamanya. 




20 komentar:

  1. Terimakasih atas resume bagusnya. 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah atas apresiasinya. Terima kasih sudah berbagi ilmu dan pengalaman. Sukses selalu...

      Hapus
  2. Keren. Super cepat selesai nulis resumenya. Mantaaab bu Lilis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi Bu Hayati bisa saja. Masih ada yang paling cepat mengirim semalam. Terima kasih sudah berkunjung ya...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Alhamdulillah... Saya seorang yang fakir ilmu, pak.. Terima kasih sudah berkunjung... salam literasi...

      Hapus
  4. Balasan
    1. Bakat ku butuh Bu Imas hehe... Makasih ya sudah setia mampir ke sini

      Hapus
  5. Sepertinya darah menulis dari para narasumber hebat sudah mengalir ke Ibu Lilis nih...

    Semangat Bu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi... Bisa saja pak Indra... Namun tetap saya tidak akan bisa sekeren bapak... Semangat juga pak...

      Hapus
  6. Mantap bu, tulisannya
    Menginspirasi tuk saya membuat resume berikut yang lebih lengkap🙏

    BalasHapus
  7. "Ka-Ta-Ca-Di-Tu" singkatanya keren.
    Pokoknya, tulisan Bu Lilis mah berisi "katacaditu" (Kata-katanya tertata cantik, tulisannya selalu ditunggu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi... Alhamdulillah... Matur nuwun sanget pakde Anto...

      Hapus
  8. Alhamdulillah bisa silaturahmi di sini, lanjutkan teh Lilis, saya yakin penjenengan punya passion di sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Insya Alloh... Makasih sdh berkunjung pakde Parno...🙏

      Hapus

Aussie... Aku datang...

Berkah tak terduga Jum’at pagi tanggal 18 Januari 2019 aku pergi ke sekolah seperti biasanya. Sekolahku berada di pinggiran kota Majalengk...